BUDAYA DAN KEARIFAN DAKWAH
Budaya dan Kearifan Dakwah
Disusun Oleh :
Risma Azzah Fatin
Pembahasan
Dakwah Antar budaya Dakwah pada hakikatnya adalah upaya
aktualisasi iman yang dimanifestasikan dalam suatu sistem kehidupan manusia
beriman dalam bidang kemasyarakatan yang dilaksanakan secara teratur untuk
mempengaruhi cara berpikir, merasa, bersikap dan berperilaku manusia pada
dataran individual maupun sosiokultural dalam rangka mewujudkan ajaran Islam
dalam semua segi kehidupan dengan menggunakan cara tertentu
Komunikasi dan dakwah tidak bisa dipisahkan. Karena dakwah
adalah aktifitas berkomunikasi. Namun lebih khusus komunikasi tentang agama
Islam, penyebaran Islam, dan juga anjuran baik dan buruk. Disini dakwah dan
komunikasi lintas budaya diperlukan. Mengingat majemuknya budaya di Indonesia
menuntut seorang da’i untuk bisa menjadi da’i yang profesional. Penggunaan
metode dakwah yang benar adalah keharusan.
Budaya-budaya yang berbeda memiliki sistem-sistem nilai
yang berbeda dan karenanya ikut menentukan tujuan hidup yang berbeda, juga
menentukan cara berkomunikasi yang sangat dipengaruhi oleh bahasa, aturan dan
norma yang ada pada masing-masing budaya. Sehingga sebenarnya dalam setiap
kegiatan komunikasi dengan orang lain selalu mengandung potensi komunikasi
lintas budaya atau antar budaya, karena akan selalu berada pada “budaya” yang
berbeda dengan orang lain, seberapa pun kecilnya perbedaan itu.
Eksistensi dakwah akan senantiasa bersentuhan dengan
realitas sosio-kultural yang mengitarinya, sesuai konsekuensi posisi dakwah,
dakwah sebagai satu variabel dan problematika kehidupan sosial sebagai variabel
yang lain, maka keberadaan dakwah dalam suatu komunitas dapat dilihat dari
fungsi dan perannya dalam mempengaruhi perubahan sosial tersebut, sehingga
lahir masyarakat baru yang diidealkan (khoiru ummah). Secara substansial dakwah
merupakan pendidikan masyarakat, yang dalam pelaksanaannya tidak jauh berbeda
dengan cita-cita pendidikan nasional. Tujuan seperti diamanahkan pendidikan
nasional tersebut menempatkan dimenasi moral keagamaan sebagai bagian penting
dalam proses berdakwah.[1]
Dakwah antar budaya merupakan kajian proses berdakwah mengajak
seorang manusia untuk menyampaikan pesan-pesan agama Islam dan perilaku Islami
sesuai dengan konsep budaya yang berkembang di masyarakat. Hakikat dakwah antar
budaya itu bagaimana kita dalam berdakwah, menggunakan budaya sebagai materi,
metode, alat, dan strategi sesuai dengan kondisi budaya sasaran dakwah (mad’u).
Karena setiap orang, setiap tempat wilayah dan lingkungan mempunyai kondisi
sosial budaya yang berbeda-beda. Maka dalam pendekatannya pun berbeda pula.[2]
Dakwah merupakan sebuah proses transformasi nilai-nilai ajaran Islam kedalam masyarakat, oleh karena itu dakwah tidak akan pernah berhenti untuk berinteraksi dengan budaya dari masyarakat itu sendiri. Terdapat konsep dakwah yang mengedepankan cara-cara simpatik, bijaksana dan lebih humanis.[3]
Komentar
Posting Komentar