Kelompok Sosial dan Masalahnya

LIKA - LIKU HIDUP BERMASYARAKAT

ABSTRAK : Kita harus mengakui bahwa manusia merupakan mahluk sosial karena manusia tidak bisa hidup tanpa berhubungan dengan manusia yang lain bahkan untuk urusan sekecil apapun kita tetap membutuhkan orang lain  untuk membantu kita. bayangkan saja jika kita hidup sebatang kara sendiri tanpa adanya siapa-siapa.

Pengertian Sosial
Menurut Lena Dominelli, sosial adalah bagian yang tidak utuh dari sebuah hubungan manusia sehingga membutuhkan sebuah pemakluman atas hal-hal yang bersifat rapuh di dalamnya. dalam ilmu sosial terdapat Unsur - Unsur Sosial yang menurut Menurut Soerjono Soekanto, terdapat 5 unsur sosial yang salah satunya adalah Kelompok sosial.
Pengertian Kelompok Sosial
Kelompok sosial adalah sekumpulan manusia yang saling berinteraksi dan menyadari keanggotaannya di dalam suatu kelompok. Kelompok sosial ini diciptakan oleh anggota masyarakat dan dapat saling mempengaruhi perilaku setiap anggotanya. Menurut Sorjono Soekanto kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan yang hidup bersama karena adanya hubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi. Kelompok sosial tidak hanya muncul dan terjadi begitu saja. Melainkan adanya pembentukan sosial.
Pembentukan Kelompok Sosial
Pembentukan Sosial yang Menurut Soerjono Soekanto, adalah himpunan manusia baru dapat dikatakan sebagai kelompok sosial apabila memiliki beberapa syarat sebagai berikut : Adanya kesadaran sebagai bagian dari kelompok yang bersangkutan, Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan yang lain dalam kelompok itu, Memiliki struktur, kaidah, dan pola perilaku yang sama, Bersistem dan berproses. Dalam kelompok sosial terdapat faktor yang mendorong timbulnya Kelompok Sosial, yaitu dorongan untuk mempertahankan hidup, dorongan untuk meneruskan keturunan, dorongan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. terbentuknya kelompok yang sangat dasar ialah teori kedekatan (Propinquity Theory) yang dikembangkan oleh Fred Luthans (1939). Teori ini menjelaskan tentang adanya afiliasi (perkenalan) diantara orang-orang tertentu. Seseorang berhubungan dengan orang lain disebabkan karena kedekatan ruang dan daerahnya.
Faktor Faktor pembentuk kelompok sosial
Bergabung dengan sebuah kelompok merupakan sesuatu yang murni dari diri sendiri atau juga secara kebetulan. Dua faktor utama dalam pembentukan kelompok sosial yang tampaknya mengarahkan pilihan adalah kedekatan dan kesamaan.
1.      Kedekatan (proximity)
Kedekatan geografis tempat tinggal. Pengaruh tingkat kedekatan geografis atau kedekatan fisik, terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur. Kita membentuk kelompok bermain dengan orang-orang di sekitar kita. Kita bergabung dengan kelompok kegiatan sosial lokal. Kelompok tersusun atas individuindividu yang saling berinteraksi, semakin dekat jarak geografis antara dua orang maka semakin mungkin mereka saling melihat, berbicara, dan bersosialisasi.
2.      Kesamaan (similarity)
Pembentukan kelompok sosial tidak hanya tergantung pada kedekatan fisik, tetapi juga kesamaan di antara anggota-anggotanya sudah menjadi kebiasaan, orang lebih suka berhubungan dengan orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya. Kesamaan yang dimaksud adalah kesamaan minat, kepercayaan, nilai, usia, tingkat intelejensi, atau karakter-karakter personal lain.
Macam – Macam Kelompok sosial
Menurut Robert Bierstedt, kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt kemudian membagi kelompok berdasarkan ada tidaknya organisasi hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis menjadi empat macam antara lain:
1.      Kelompok statis, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.
2.      Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompok yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.
3.      Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat, dan lain-lain.
4.      Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contoh: negara, sekolah, dan lain-lain.

Berdasarkan interaksi sosial agar ada pembagian tugas, struktur dan norma yang ada, kelompok sosial dapat dibagi menjadi beberapa macam, antara lain:
1.      Kelompok Primer
Merupakan kelompok yang didalamnya terjadi interaksi sosial yang anggotanya saling mengenal dekat dan berhubungan erat dalam kehidupan, sedangkan menurut Goerge Homan, kelompok primer merupakan sejumlah orang yang terdiri dari beberapa orang yang acapkali berkomunikasi dengan lainnya sehingga setiap orang mampu berkomunikasi secara langsung (bertatap muka) tanpa melalui perantara. Misalnya, keluarga, RT, kawan sepermainan, kelompok agama, dan lain-lain.
2.      Kelompok Sekunder
Jika interaksi sosial terjadi secara tidak langsung, berjauhan, dan sifatnya kurang kekeluargaan. Hubungan yang terjadi biasanya bersifat lebih objektif. Misalnya, partai politik, perhimpunan serikat kerja dan lain-lain.
3.      Kelompok Formal
Pada kelompok ini ditandai dengan adanya peraturan atau Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) yang ada. Anggotanya diangkat oleh organisasi. Contoh dari kelompok ini adalah semua perkumpulan yang memiliki AD/ART.
4.      Kelompok Informal
Merupakan suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan-kebutuhan seseorang. Keanggotan kelompok biasanya tidak teratur dan keanggotaan ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu dan kelompok. Kelompok ini terjadi pembagian tugas yang jelas tapi bersifat informal dan hanya berdasarkan kekeluargaan dan simpati. Misalnya, kelompok arisan dan sebagainya.


Permasalahan sosial
Permasalahan sosial merupakan suatu gejala sosial yang terjadi dalam masyarakat yang diakibatkan karena adanya interaksi sosial di antara para warga masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan atau kepentingan dalam hidupnya. Masalah sosial sendiri muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Menurut Soerjono Soekanto, masalah sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.
Faktor penyebab permasalahan sosial terdiri dari :
1.      Faktor Ekonomi
Biasanya berupa pengangguran, kemiskinan, dll. Dalam masalah ini bisanya yang bertanggung jawab adalah pemerintah, karena pemerintah kurang menyediakan lapangan perkerjaan bagi masyarakat. Faktor ekonomi juga dapat dijadikan acuan maju atau tidaknya suatu negara dan faktor eknonomi juga dapat mempengaruhi aspek psikologis dan biologis masyarakat.
2.      Faktor Biologis
Ini menyangkut bertambahnya jumlah penduduk dengan pesat yang dirasakan secara nasional, regional maupun local. Pemindahan manusia (mobilitas fisik) yang dapat dihubungkan pula dengan implikasi medis dan kesehatan masyarakat umum serta kualitas masalah pemukiman baik dipedesaan maupun diperkotaan. Misalnya seperti kurang gizi, penyakit menular dan lain – lain.
3.      Faktor budaya
Ini menimbulkan berbagai keguncangan mental dan berlalian dengan beraneka penyakit kejiwaan. Pendorongnya adalah perkembangan teknologi (komunikasi dan transportasi) dan implikasinya dalam kehidupan ekonomi hokum, pendidikan, keagamaan, serta pemakaian waktu senggang.
4.      Faktor Psikologis
Ini muncul jika psikologis suatu masyarakat sangat lemah. Faktor psikologis juga dapat muncul jika beban hidup yang berat yang dirasakan oleh masyarakat khususnya yang ada di daerah perkotaan, pekerjaan yang menumpuk sehingga menimbulkan luapan emosi dan stres yang nantinya dapat memicu konflik antar anggota masyarakat.

Contoh masalah yang timbul dalam masyarakat
1.      Kemiskinan Sebagai Masalah Sosial dalam Masyarakat
Kemiskinan adalah suatu keadaan di mana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. 
2.      Kriminalitas Sebagai Masalah Sosial dalam Masyarakat
Kriminalitas berasal dari kata “crime” yang artinya kejahatan. Kriminalitas adalah semua perilaku warga masyarakat yang bertentangan dengan norma-norma hukum pidana. Kriminalitas yang terjadi di lingkungan masyarakat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari dalam maupun luar individu. Kejahatan juga dapat timbul karena perilaku menyimpang dan kondisi masyarakat yang abnormal. Tindakan kriminalitas yang terjadi di masyarakat harus menjadi perhatian aparat polisi dan masyarakat sekitar. Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya masalah kriminalitas di lingkungan masyarakat
3.      Kesenjangan Sosial Sebagai Masalah Sosial
Kesenjangan sosial adalah suatu keadaan ketidakseimbangan sosial yang ada di masyarakat  yang menjadikan suatu perbedaan yang sangat mencolok. Dalam hal kesenjangan sosial sangatlah mencolok dari berbagai aspek misalnya dalam aspek keadilanpun bisa terjadi. Antara orang kaya dan miskin sangatlah dibedakan dalam aspek apapun, orang desa yang merantau dikotapun ikut terkena dampak dari hal ini. Adanya ketidak pedulian terhadap sesama ini dikarenakan adanya kesenjangan yang terlalu mencolok antara yang “kaya” dan yang “miskin”. Kesenjangan sosial dapat terjadi karena pembangunan dan modernisasi tidak dilaksanakan secara merata dan berimbang.
4.      Pengangguran
Pengangguran adalah masalah serius yang dihadapi Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu. Jumlah penduduk yang semakin banyak tak diimbangi dengan jumlah lapangan kerja yang banyak pula, sehingga terjadi banyak pengangguran.
Pengangguran juga bertambah seiring kebiasaan masyarakat yang datang dari daerah memadati ibu kota. Kadang mereka datang dengan modal nekat tanpa ketrampilan khusus sehingga di kota mereka tak punya kerjaan. Sebenarnya lapangan pekerjaan bisa kita ciptakan sendiri tanpa harus pergi ke ibukota.

Dampak masalah sosial pada masyarakat
Dalam lingkungan masyarakat pasti terdapat berbagai macam permasalahan sosial. Contoh masalah sosial di masyarakat, seperti kenakalan remaja, masalah kependudukan, masalah pencemaran lingkungan, maupun masalah sosial lainnya. Adanya berbagai masalah sosial di lingkungan masyarakat dapat membawa dampak bagi masyarakat itu sendiri. Dampak yang muncul juga sangat beragam, baik dampak positif maupun negatif.
Upaya pengendalian masalah dalam masyarakat
1.      Membentuk institusi atau lembaga
Institusi atau lembaga dibentuk untuk mengawasi tindakan-tindakan anggota masyarakat. termasuk juga orang-orang yang duduk dalam lembaga itu, agar tindakkannya tidak menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku umum di masyarakat. Adapun lembaga yang dibentuk di antaranya adalah pengadilan, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, dan lain-lain.
2.      Penerapan hukum secara tegas
Hukum dibuat untuk mengatur anggota masyarakat agar tingkah lakunya sesuai dengan norma yang berlaku. Apabila ada anggota masyarakat yang melakukan penyimpangan, maka harus dihukum, sesuai dengan hukum yang berlaku. Hal ini dimaksudkan untuk menegakkan pelaksanaan hukum dalam masyarakat agar tercipta keadilan dan terjaminnya kepastian hukum dalam masyarakat.
3.      Pembinaan melaui warga permasyarakatan
Pembinaan ini diterapkan bagi para nara pidana yang ada di lembaga permasyarakatan. Pembinaan ini dimaksudkan agar setelah selesai menjalani hukuman narapidana tersebut dapat kembali hidup secara wajar dan tidak mengulangi perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum. Pembinaan yang diberikan, antara lain pembinaan keagamaan, moral, dan pemberian keterampilan sebagai modal apabila nanti kembali ke masyarakat.
4.      Penerangan dan bimbingan beragama
Nilai ini terutama dilakukan kepada remaja dan kelompok masyarakat terbelakang. Kegiatan ini dapat dilakukan secara langsung, misalnya dengan memberikan ceramah keagamaan melalui pengajian-pengajian dan melalui sekolah dengan memberikan pelajaran agama dilakukan tidak langsung dengan memanfaatkan televisi dan radio sebagai media untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang agama.
5.      Penciptaan lapaangan kerja
Pengangguran merupakan masalah sosial yang memicu munculnya penyimpangan sosial yang dilandasi alasan ekonomi. Kebutuhan hidup yang kompleks mendorong manusia yang menganggur melakukan tindak kejahatan seperti pencurian, penodongan, perampokan, dan berbagai tindak kejahatan lainnya agar bisa mendapatkan uang untuk memenuhi hidupnya. Dengan diciptakannya lapangan pekerjaan berarti memberi peluang dan kesempatan kepada anggota masyarakat untuk bisa mendapatkan pekerjaan, sesuai dengan keahlian yang dimilikinya.

Kesimpulan
Kelompok sosial tersebut adalah himpunan atau satu kesatuan manusia yang hidup bersama dan adanya hubungan diantara mereka. Hubungan tersebut anatar lain menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan suatu kesadaran untuk saling tolong-menolong serta adanya organisasi antara anggotnya.
Permasalahan sosial merupakan suatu gejala sosial yang terjadi dalam masyarakat yang diakibatkan karena adanya interaksi sosial di antara para warga masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan atau kepentingan dalam hidupnya. Masalah sosial sendiri muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada.
Saran
Saran kepada semua pembaca adalah agar lebih memahami tentang kondisi sosial yang ada disekitar kita. Kita dalah manusia dan sebagai makhluk sosial seharusnya peka terhadap lingkungan sekitar. Khususnya pada kelompok sosial. Dan tentunya kita sebagai makhluk sosial pasti termasuk kedalam keanggotaan salah satu kelompok sosial




DAFTAR PUSTAKA
Maryati, Kun dan Juju Suryawat. 2013. Sosiologi: Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta : Erlangga
Richard Osborne & Borin Van Loon. 1996. Mengenal Sosiologi For Beginner. Bandung: Mizan.
Saptono dan Bambang Suteng S. 2006. Sosiologi. Jakarta. Phibeta.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada
Sunarto, Kamanto. 1993. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Pe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GUNUNGAN DALAM KOTA

Dakwah Multikultural & Komunikasi Lintas Budaya