DAKWAH DALAM KOMUNIKASI ANTAR ETNIS, RAS, DAN BANGSA
Disusun oleh : Risma Azzah Fatin
NIM : B01219048
Abstrak : Masyarakat Indonesia
merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai ras dan suku bangsa,
agama, dan karakteristik budaya lainnya. Hal ini memberikan peluang kepada
masyarakat berintegrasi, bersinteraksi dan bersosialisasi sebagai makhluk
sosial. Masyarakat memberikan peluang kepada kebaikan (Da’i) untuk melebarkan
dakwah antaretnik maka itu menganggap penting mengangkat bagaimana peranan
budaya etnik sebagai pendekatan Dakwah Islam.
Kata Kunci : Dakwah, Etnis, Ras
Pembahasan
Salah satu khasanah kekayaan alam
semesta sebagai ciptaan Allah yang Maha Kuasa adalah wujud dan hamparan
keragaman penghuni alam semesta. Wujud dari keragaman tersebut dalam pendekatan
komunikasi sebagai simbol-simbol identitas yang dapat berfungsi
mengkomunikasikan identitas dan jati dirinya. Dakwah sebagai bagian dari
aktifitas komunikasi adalah berfungsi untuk menyampaikan pesan dan makna bahwa
keragaman yang dimiliki tersebut sebagai kepluralan yang harus diterima oleh
setiap orang, kelompok, maupun masyarakat tertentu. Sebab keragaman dalam sebuah
komunitas bangsa dan negara adalah sebuah kemestian, dalam bahasa agama adalah
sunatullah. konsekwensi dalam hidup
keprulalan, maka setiap kita harus meletakkan dasar-dasar keragaman tersebut sebagai
sebuah kekuatan dalam membangun bangsa dan negara.Tidak menjadi peretas
persatuan, yang berakibat pada kehancuran.
Islam sebagai sebuah agama, sangat
menjunjung tinggi nilai- nilai keragaman, baik pada tataran etnik, suku, maupun
budaya. Oleh karena itu, Islam tidak menghendaki adanya perpecahan disebabkan oleh
keragaman. Islam sangat menganjurkan untuk saling menghargai, saling
menghormati dan tidak harus saling memfitnah akibat perbedaan
Beragam budaya, agama, etnis dan
golongan membutuhkan model pengelolaan yang sesuai supaya dakwah tidak
melenceng dari cita-cita luhurnya. Substansi dakwah multikulturalisme.
dikembangkan sebagai respon atas kondisi yang dilatarbelakangi oleh keragaman
budaya atau masyarakat multikultural, utama masyarakat yang sudah maju. Dakwah
multikulturalime secara konsepsional mempunyai dua pandangan dengan makna yang
saling berkatian.
Dalam kaitan dengan kebijakan
kedakwahan, multikulturalisme merupakan konsep sosial yang diitrodusir ke dalam
kegiatan dakwah. Jadi dakwah berwawasan multikultural, merupakan kebijakan
dakwah yang mampu mengayomi setiap kelompok dan mengapresiasi perbedaan kultur
di masyarakat. Setiap kebijakan dakwah diharapkan mampu mendorong lahirnya
sikap apresiatif, toleransi, prinsip kesetaraan antar budaya, kesetaraan
gender, kesetaraan antar pelbagai kelompok etnik, kesetaraan bahasa, agama, dan
sebagainya.
Kesimpulan
Islam merupakan agama artinya,
setiap pemeluknya di anjurkan untuk selalu memberikan ajakan kepada kebaikan
kepada semua manusia. Dakwah tidak hanya sekedar menyampaikan pesan dakwah saja
melainkan dakwah memeiliki tugas yang sangat komplek Ketika hendak melakukan
proses dakwah, salah satu diantaranya adalah isu soal perbedaan khususnya di
indonesai. Kondisi yang sangat beragam tersebut mengharuskan mubaligh untuk
serius menganalisis tentang keberadaan dari ojek dakwah tersebut bauk dari
dimensi profesi, Bahasa budaya dan ekonomi, seingga dakawah yang disampikan
dapat diterima pada kondisi social budaya apapun. Maka dengan keberterimaan itu
membuat islam semakin terbukti akan sifatnya yang rahmatan lil alamin.
Refrensi
Rakhmat, Jalaluddin, Psikologi
Komunikasi. Bandung: Mizan, 2005
Semiawan, Cony, Pendidikan
Multicultural. Jakarta: Gramedia, 2009
Munzier, Suparta, dkk. Metode
Dakwah. Jakarta: Prenada Media, 2003
Shihab, Quraish, Membumikan
Al-Quran. Bandung: Mizan, 2002
Komentar
Posting Komentar