MELIPUT SANG PENGUASA
Surabaya, 05 November 2021– Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya. Mengadakan workshop jurnalistik pada tanggal 28 Oktober 2021. Yang bertajuk “Proses Produksi Berita dan Desain Media Cetak”.
Menjadi seorang jurnalis bukanlah pekerjaan yang
mudah. Terlebih lagi jika mereka adalah seorang jurnalis yang meliput berita di
tempat orang nomor 1 se-Indonesia. yakni di istana presiden. Sejatinya jurnalis
mencari berita dari mana saja itu sama. yaitu bertanya dan mengklarifikasi. hanya saja yang membedakan
adalah narasumbernya. Dari sini menyebabkan banyaknya konsekuensi saat meliput
berita di istana kepresidenan.
Ada kunci persyaratan yang menjadi tiket seorang
wartawan agar bisa meliputi di istana presiden. Yang pertama memiliki kartu
pers khusus di istana. ini dengan
memiliki pengalaman menjadi wartawan minimnya selama 4 tahun, kemudian outfit atau pakaian yang digunakan harus PSL yaitu Pakaian Sipil Lengkap. Lalu yang terakhir Perilaku. Perilaku merupakan hal yang utama karena di
istana terdapat protokoler yang harus dilakukan dan bersifat militer.
Wartawan yang berkesempatan meliput berita di istana
memiliki keunikan tersendiri. Di mana harus banyak tenang dan bersabar bila
akan mencari berita. Dikarenakan mereka berhubungan langsung dengan orang-orang
berpengaruh di Indonesia seperti para menteri dan jajarannya. Karena kita semua
tidak tau kapan para menteri tersebut akan keluar dan memberikan statemantnya. Harus
memahami berbagai macam bidang. Istana kepresidenan merupakan muara dari segala
bidang baik itu politik, kesehatan, olahraga, sosial dan sebagainya. Oleh sebab
itu wartawan diharuskan untuk tidak fokus pada satu bidang yaitu komunikasi melainkan
pada bidang-bidang lainnya. Rela capek berlarian dari istana ke beberapa
komplek karena agenda presiden yang tidak terduga.
Komentar
Posting Komentar